{"id":5757,"date":"2026-04-24T01:00:25","date_gmt":"2026-04-24T01:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2026\/04\/24\/graha-indah-jadikan-bawang-tiwai-ikon-umkm-dorong-ekonomi-dan-ketahanan-pangan\/"},"modified":"2026-04-24T01:00:25","modified_gmt":"2026-04-24T01:00:25","slug":"graha-indah-jadikan-bawang-tiwai-ikon-umkm-dorong-ekonomi-dan-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2026\/04\/24\/graha-indah-jadikan-bawang-tiwai-ikon-umkm-dorong-ekonomi-dan-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"Graha Indah Jadikan Bawang Tiwai Ikon UMKM, Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"329\" height=\"185\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image_editor_output_image-114640585-17769924052271007848187291518881.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5755\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image_editor_output_image-114640585-17769924052271007848187291518881.jpg 329w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image_editor_output_image-114640585-17769924052271007848187291518881-300x169.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 329px) 100vw, 329px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>BALIKPAPAN &#8211; Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, terus mematangkan langkah untuk mengembangkan potensi lokal berbasis pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu upaya terbaru adalah menjadikan bawang tiwai sebagai ikon UMKM unggulan, yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bawang Tiwai menjadi program tematik Kelurahan Graha Indah dan resmi diluncurkan Camat Balikpapan Utara, Umar Adi saat pelantikan kepengurusan TP-PKK tingkat Kecamatan dan Kelurahan Balikpapan Utara, yang berlangsung pada Sabtu (31\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman, mengatakan wilayahnya memiliki berbagai potensi yang selama ini telah berjalan dan terus dikembangkan. Mulai dari wisata Mangrove Center yang telah lama menjadi daya tarik, prestasi Posyandu RT 45 yang meraih juar tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada 2024, hingga beragam UMKM yang aktif berproduksi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSalah satu UMKM kami memproduksi wedang dayak, minuman herbal berbahan utama bawang tiwai atau bawang dayak. Permasalahan yang dihadapi selama ini adalah bahan bakunya masih harus didatangkan dari luar kelurahan, bahkan dari luar Balikpapan Utara,\u201d ujar Arif, pada hari Jumat, 6 Februari 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, lanjutnya, produk berbasis bawang tiwai tersebut telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara Asia dan Eropa. Tingginya permintaan membuat kebutuhan bahan baku terus meningkat. Karena itu, Graha Indah berinisiatif mengembangkan budidaya bawang tiwai secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau kita bisa menanam sendiri, hasilnya bisa langsung diserap oleh pelaku UMKM di Graha Indah. Ini tentu akan sangat membantu peningkatan ekonomi warga,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Arif menilai pengembangan bawang tiwai sangat memungkinkan karena masih tersedia lahan produktif di sejumlah wilayah, seperti RT 67, RT 08, dan sebagian RT 62. Selain menopang UMKM, program ini juga sejalan dengan upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai langkah awal, kelurahan akan menggelar pelatihan budidaya bawang tiwai dengan melibatkan langsung pelaku usaha sebagai narasumber. Pelatihan mencakup proses pembibitan, penanaman di media tanam, hingga panen.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami akan mengundang ketua RT dan warga yang memiliki potensi lahan. Setelah itu, kelurahan akan terus menggerakkan masyarakat agar pembibitan dan penanaman bisa berjalan berkelanjutan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelatihan dan peluncuran program tematik bawang tiwai ini direncanakan bersamaan dengan peresmian Koperasi Merah Putih di Graha Indah. Koperasi tersebut nantinya menjadi sarana promosi, pemasaran, serta penyebarluasan informasi produk bawang tiwai dan UMKM lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain bawang tiwai, Graha Indah juga memiliki UMKM lain yang telah berjalan, seperti produksi bunga telang di RT 45 yang telah mengantongi izin PIRT dari Dinas Kesehatan. Produk-produk UMKM tersebut kerap difasilitasi oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, untuk mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami ingin Graha Indah punya satu ikon, dan bawang tiwai kami pilih sebagai unggulan. Namun, ini tidak berarti mengesampingkan potensi lain seperti wisata mangrove, UMKM pengolahan sampah, dan produk lokal lainnya,\u201d tegas Arif.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia berharap program ini mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat ekonomi masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden RI terkait penguatan ketahanan pangan dan peran strategis UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Camat Balikpapan Utara, Umar Adi, memberikan apresiasi atas langkah Kelurahan Graha Indah yang meluncurkan program tematik bawang tiwai sebagai bentuk inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cProgram ini dirancang sesuai karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Tim Penggerak PKK dalam pemberdayaan masyarakat,\u201d ujar Umar.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menilai pengangkatan bawang tiwai sebagai ikon unggulan menunjukkan keseriusan kelurahan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang lebih terarah dan berkelanjutan, tanpa mengesampingkan pengembangan produk lokal lainnya. (ADV)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN &#8211; Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, terus mematangkan langkah untuk mengembangkan potensi lokal berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satu upaya terbaru adalah menjadikan bawang tiwai sebagai ikon UMKM unggulan, yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5756,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[49,4],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image_editor_output_image-114640585-1776992429432.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5757"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5757"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5757\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}