{"id":4724,"date":"2025-11-20T14:20:21","date_gmt":"2025-11-20T14:20:21","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/11\/20\/karang-rejo-bangun-lingkungan-positif-untuk-pembentukan-karakter-sejak-dini\/"},"modified":"2025-11-20T14:20:21","modified_gmt":"2025-11-20T14:20:21","slug":"karang-rejo-bangun-lingkungan-positif-untuk-pembentukan-karakter-sejak-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/11\/20\/karang-rejo-bangun-lingkungan-positif-untuk-pembentukan-karakter-sejak-dini\/","title":{"rendered":"Karang Rejo Bangun Lingkungan Positif untuk Pembentukan Karakter Sejak Dini"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"461\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img-20251121-wa00117592610777401900295-1024x461.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4722\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img-20251121-wa00117592610777401900295-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img-20251121-wa00117592610777401900295-300x135.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img-20251121-wa00117592610777401900295-768x346.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img-20251121-wa00117592610777401900295.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br><br><br>BALIKPAPAN \u2013 Majelis Taklim Anak \u201cAku Cinta Nabi\u201d di Masjid Wahdatuth Thullab RT 36 Kelurahan Karang Rejo tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga ruang sosial yang memperkuat interaksi positif antaranak dan lingkungan. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 anak usia 6\u201312 tahun dari tiga tempat ibadah di wilayah tersebut: Masjid Wahdatuth Thullab, Masjid Al-Muharam, dan Musholla Al-Ikhlas.<br><br>Digagas oleh Hj. Iim Rahman, S.Pd.I, Anggota DPRD Kota Balikpapan, majelis taklim ini bertujuan membentuk karakter anak melalui pendekatan yang ramah, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak tidak hanya belajar mengenal dan mencintai Rasulullah SAW, tetapi juga mendapatkan pengalaman bersosialisasi yang membangun rasa percaya diri dan kepekaan sosial.<br><br>Dengan pendampingan enam ustadzah, sesi belajar dikemas interaktif melalui kisah-kisah, hafalan hadis pendek, dan simulasi perilaku baik. Pendekatan ini memungkinkan anak-anak memahami nilai seperti kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab dalam suasana yang aman dan suportif.<br><br>Salah satu pembina, Fathul Hasanah, menilai majelis taklim ini berperan penting sebagai ekosistem pengasuhan bersama di tingkat lingkungan.<br>\u201cAnak-anak tidak hanya belajar materi agama, tetapi juga belajar bagaimana bersikap terhadap teman, menghargai orang lain, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik. Ini sangat penting untuk tumbuh kembang mereka,\u201d ujarnya.<br><br>Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan karakter tidak hanya bergantung pada pengajar, tetapi juga dukungan orang tua dan warga sekitar. Ketika anak-anak dikelilingi oleh lingkungan yang konsisten memberikan teladan positif, nilai-nilai yang dipelajari akan lebih mudah tertanam.<br><br>Majelis Taklim Anak \u201cAku Cinta Nabi\u201d kini menjadi salah satu ruang terbaik bagi anak-anak di Karang Rejo untuk tumbuh dalam lingkungan sosial yang sehat, penuh kasih, dan berorientasi pada pembentukan karakter mulia.<br>(Deb)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2013 Majelis Taklim Anak \u201cAku Cinta Nabi\u201d di Masjid Wahdatuth Thullab RT 36 Kelurahan Karang Rejo tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga ruang sosial yang memperkuat interaksi positif antaranak dan lingkungan. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 anak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4723,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[4,44],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251121-WA0011.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4724"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4724"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4724\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}