{"id":4500,"date":"2025-10-08T23:58:47","date_gmt":"2025-10-08T23:58:47","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/10\/08\/tp-pkk-karang-rejo-bekali-perempuan-dan-generasi-muda-dengan-keterampilan-membatik\/"},"modified":"2025-10-08T23:58:47","modified_gmt":"2025-10-08T23:58:47","slug":"tp-pkk-karang-rejo-bekali-perempuan-dan-generasi-muda-dengan-keterampilan-membatik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/10\/08\/tp-pkk-karang-rejo-bekali-perempuan-dan-generasi-muda-dengan-keterampilan-membatik\/","title":{"rendered":"TP-PKK Karang Rejo Bekali Perempuan dan Generasi Muda dengan Keterampilan Membatik"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"461\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251009-wa00241265347909918659852-1024x461.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4498\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251009-wa00241265347909918659852-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251009-wa00241265347909918659852-300x135.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251009-wa00241265347909918659852-768x346.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251009-wa00241265347909918659852-1536x691.jpg 1536w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251009-wa00241265347909918659852.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br>BALIKPAPAN \u2013 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Karang Rejo terus mendorong kemandirian ekonomi warga, terutama perempuan dan generasi muda. Salah satu langkahnya melalui pelatihan membatik yang digelar selama tiga hari, Senin\u2013Rabu (6\u20138\/10), diikuti perwakilan Karang Taruna dan anggota PKK.<br><br>Kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya membatik, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha kreatif di tingkat kelurahan. Peserta diajak mempelajari teknik dasar membatik, mulai dari membuat pola, menorehkan malam, hingga pewarnaan.<br><br>Lurah Karang Rejo Budi mengatakan, pelatihan ini menjadi sarana bagi warga untuk meningkatkan kemampuan dan menumbuhkan jiwa wirausaha.<br>\u201cMelalui kegiatan ini, kami ingin membentuk masyarakat yang mandiri dan produktif. Membatik bisa menjadi peluang usaha baru yang bernilai ekonomi tinggi,\u201d ujarnya.<br><br>Ketua TP-PKK Karang Rejo Renny Amelinda menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis keterampilan lokal.<br>\u201cPerempuan dan anak muda punya peran besar dalam membangun ekonomi keluarga. Dengan keterampilan membatik, mereka bisa menghasilkan karya yang bernilai jual sekaligus menjaga tradisi,\u201d jelasnya.<br><br>Menurut Renny, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya komunitas kreatif di Karang Rejo. Ia menilai, dengan kreativitas dan pendampingan yang berkelanjutan, karya batik warga Karang Rejo dapat berkembang menjadi produk unggulan lokal.<br><br>\u201cKami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cinta budaya, tetapi juga mampu menjadikannya sumber penghidupan,\u201d pungkasnya.<br><br>Teks Foto 1: Peserta pelatihan membatik di Kelurahan Karang Rejo tampak antusias mempelajari teknik dasar membatik untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian.<br>Teks Foto 2: Lurah Karang Rejo Budi (tengah) bersama Ketua TP-PKK Karang Rejo Renny Amelinda memperlihatkan hasil karya batik buatan peserta pelatihan. (Deb)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2013 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Karang Rejo terus mendorong kemandirian ekonomi warga, terutama perempuan dan generasi muda. Salah satu langkahnya melalui pelatihan membatik yang digelar selama tiga hari, Senin\u2013Rabu (6\u20138\/10), diikuti perwakilan Karang Taruna dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4499,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[4,37],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251009-WA0024.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4500"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4500"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4500\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}