{"id":4379,"date":"2025-08-28T12:34:24","date_gmt":"2025-08-28T12:34:24","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/08\/28\/gema-tebus-masuk-kantor-hari-senin-wajib-makan-telur-rebus-di-opd-kukar\/"},"modified":"2025-08-28T12:34:24","modified_gmt":"2025-08-28T12:34:24","slug":"gema-tebus-masuk-kantor-hari-senin-wajib-makan-telur-rebus-di-opd-kukar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/08\/28\/gema-tebus-masuk-kantor-hari-senin-wajib-makan-telur-rebus-di-opd-kukar\/","title":{"rendered":"Gema Tebus Masuk Kantor, Hari Senin Wajib Makan Telur Rebus di OPD Kukar"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251006-wa00222832734012294165822-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4377\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251006-wa00222832734012294165822-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251006-wa00222832734012294165822-300x169.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251006-wa00222832734012294165822-768x432.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251006-wa00222832734012294165822.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">CAPTION: Gerakan Gemar Makan Telur Rebus (Gema Tebus) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kini tidak hanya menyasar kalangan pelajar, tetapi juga mulai diterapkan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br>TENGGARONG \u2013 Gerakan Gemar Makan Telur Rebus (Gema Tebus) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kini tidak hanya menyasar kalangan pelajar, tetapi juga mulai diterapkan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).<br><br>Di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, kegiatan berbagi telur rebus kepada pegawai telah rutin dilakukan setiap Senin pagi.<br><br>\u201cSetiap Senin, kita memulai kegiatan dengan membagikan telur rebus kepada seluruh pegawai supaya tidak lemas,\u201d ungkap Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, Kamis (28\/8\/2025).<br><br>Hero menjelaskan, penerapan Gema Tebus di OPD masih baru dan akan terus dimassifkan. Ia berharap Bupati Kukar dapat meresmikan program ini sehingga menjadi gerakan bersama di seluruh instansi pemerintahan.<br><br>Bahkan, Hero mengusulkan agar dibuat surat edaran yang mewajibkan penyediaan telur rebus dalam setiap agenda resmi, baik dalam konsumsi nasi kotak maupun snack rapat.<br><br>\u201cKalau bisa, setiap ada rapat atau kegiatan resmi, di dalam nasi kotak atau snack-nya selalu ada telur rebus. Ini cara sederhana namun bermanfaat untuk menjaga asupan gizi,\u201d jelasnya.<br><br>Menurut Hero, penerapan Gema Tebus di OPD penting untuk membangun kebiasaan makan bergizi tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan kerja pemerintahan.<br><br>Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar dalam meningkatkan kualitas kesehatan pegawai, sekaligus memberikan contoh langsung kepada masyarakat bahwa pola makan sehat bisa dimulai dari hal sederhana.<br><br>Dengan melibatkan OPD, Pemkab berharap Gema Tebus dapat menjadi gerakan masif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga pegawai pemerintahan. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TENGGARONG \u2013 Gerakan Gemar Makan Telur Rebus (Gema Tebus) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kini tidak hanya menyasar kalangan pelajar, tetapi juga mulai diterapkan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4378,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[39,6],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251006-WA0022.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4379"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4379"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4379\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4378"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}