{"id":4170,"date":"2025-06-30T12:14:07","date_gmt":"2025-06-30T12:14:07","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/06\/30\/air-bersih-hampir-merata-di-muara-muntai-tinggal-desa-batu-menunggu-optimalisasi\/"},"modified":"2025-06-30T12:14:07","modified_gmt":"2025-06-30T12:14:07","slug":"air-bersih-hampir-merata-di-muara-muntai-tinggal-desa-batu-menunggu-optimalisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/06\/30\/air-bersih-hampir-merata-di-muara-muntai-tinggal-desa-batu-menunggu-optimalisasi\/","title":{"rendered":"Air Bersih Hampir Merata di Muara Muntai, Tinggal Desa Batu Menunggu Optimalisasi"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250929-wa00425186737691405226685-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4168\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250929-wa00425186737691405226685-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250929-wa00425186737691405226685-300x200.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250929-wa00425186737691405226685-768x512.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250929-wa00425186737691405226685-1536x1023.jpg 1536w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250929-wa00425186737691405226685.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br><br><br>TENGGARONG \u2013 Harapan panjang warga Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), untuk menikmati air bersih kian mendekati kenyataan. <br><br>Dari 13 desa di wilayah ini, hampir semuanya sudah terlayani jaringan air bersih, menyisakan satu desa yang masih menunggu sentuhan akhir.<br><br>Camat Muara Muntai, Mulyadi, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata kerja kolektif pemerintah kecamatan, desa, dan dinas teknis yang konsisten memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat.<br><br>\u201cAlhamdulillah, hampir semua desa di Muara Muntai sudah terpenuhi kebutuhan air bersihnya,\u201d ujarnya penuh syukur, Senin (30\/6\/2025).<br><br>Satu-satunya desa yang belum maksimal adalah Desa Batu, yang berbatasan dengan Tanjung Batu. <br><br>Meskipun jaringan pipa sudah terpasang, suplai air belum stabil akibat keterbatasan daya mesin pompa.<br><br>\u201cCuma tinggal Desa Batu. Tahun ini kami dapat informasi dari Perkim akan ada penambahan daya mesin untuk memperkuat jaringan,\u201d jelasnya.<br><br>Menurut Mulyadi, air bersih bukan sekadar fasilitas teknis, melainkan kebutuhan mendasar yang berpengaruh pada kesehatan, kesejahteraan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. <br><br>\u201cAir bersih sangat penting. Masyarakat harus bisa menikmatinya secara merata,\u201d tegasnya.<br><br>Ia memastikan pihak kecamatan terus mengawal koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar agar program penambahan daya pompa segera terealisasi.<br><br>Jika sesuai target, pada 2025 seluruh desa di Muara Muntai sudah bisa menikmati layanan air bersih. <br><br>Mulyadi menegaskan, capaian tersebut akan menjadi pondasi penting bagi pembangunan dasar di kawasan pesisir dan dataran rendah Kukar.<br><br>\u201cIni bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang kualitas hidup warga yang lebih baik,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TENGGARONG \u2013 Harapan panjang warga Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), untuk menikmati air bersih kian mendekati kenyataan. Dari 13 desa di wilayah ini, hampir semuanya sudah terlayani jaringan air bersih, menyisakan satu desa yang masih menunggu sentuhan akhir. Camat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4169,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[39,6],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-20250929-WA0042.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4170"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4170\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}