{"id":3944,"date":"2025-09-17T10:10:11","date_gmt":"2025-09-17T10:10:11","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/09\/17\/tpa-manggar-kian-sesak-camat-balteng-ingatkan-warga-mulai-pilah-sampah-dari-rumah\/"},"modified":"2025-09-17T10:10:11","modified_gmt":"2025-09-17T10:10:11","slug":"tpa-manggar-kian-sesak-camat-balteng-ingatkan-warga-mulai-pilah-sampah-dari-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/09\/17\/tpa-manggar-kian-sesak-camat-balteng-ingatkan-warga-mulai-pilah-sampah-dari-rumah\/","title":{"rendered":"TPA Manggar Kian Sesak, Camat Balteng Ingatkan Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250919-wa00077148996689003902901-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3942\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250919-wa00077148996689003902901-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250919-wa00077148996689003902901-300x169.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250919-wa00077148996689003902901-768x432.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250919-wa00077148996689003902901-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/img-20250919-wa00077148996689003902901.jpg 2000w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br><br>BALIKPAPAN \u2013 Kota Balikpapan kini menghadapi ancaman serius dari tumpukan sampah. Setiap hari, sekitar 500 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar. Kondisi ini sudah melebihi kapasitas dan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lingkungan yang lebih besar jika tidak segera ditangani.<br><br>Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi Wibowo, mengingatkan bahwa solusi paling efektif dimulai dari hal sederhana, yaitu kesadaran memilah sampah di rumah tangga.<br><br>\u201cJumlah penduduk kita mencapai 700\u2013800 ribu jiwa, bahkan bisa mendekati 1 juta. Dengan volume sebesar itu, TPA Manggar sudah tidak mampu lagi menampung. Inilah tugas kita bersama untuk memilah sampah dari rumah,\u201d tegas Agung saat membuka Rapat Koordinasi Ketua RT se-Balikpapan Tengah, Rabu (17\/9).<br><br>Agung menyebut, peran Ketua RT sangat vital untuk menggerakkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga memberikan apresiasi terhadap RT yang sudah lebih dulu bergerak dengan bank sampah maupun pengolahan kompos rumahan.<br><br>\u201cLangkah-langkah kecil ini luar biasa, karena selain mengurangi beban TPA, juga bisa menghasilkan nilai tambah ekonomi untuk warga,\u201d tambahnya.<br><br>Rakor tersebut tidak hanya membahas strategi kebersihan, tetapi juga menampilkan inspirasi inovasi dari tingkat RT. Wage Santoso, Ketua RT 26 Kelurahan Sumber Rejo, memperkenalkan aplikasi digital \u201cLapor RT\u201d yang memungkinkan warga lebih cepat menyampaikan laporan kondisi lingkungan.<br><br>Suasana juga semakin bersemangat dengan hadirnya motivator Muhammad Shidarta yang membawakan tema \u201cRT Balteng, Kita Gaspol Melayani\u201d. Ia mengajak para Ketua RT untuk terus bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.<br><br>Agung berharap, kesadaran memilah sampah sejak dari rumah tangga bisa menjadi gerakan bersama. \u201cKalau kita semua bergerak, persoalan sampah bukan lagi jadi masalah, tapi bisa jadi peluang,\u201d pungkasnya.<br><br>(Deb)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2013 Kota Balikpapan kini menghadapi ancaman serius dari tumpukan sampah. Setiap hari, sekitar 500 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar. Kondisi ini sudah melebihi kapasitas dan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lingkungan yang lebih besar jika tidak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3943,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[4,37],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-20250919-WA0007-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3944"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3944"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3944\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}