{"id":3677,"date":"2025-08-01T19:11:00","date_gmt":"2025-08-01T19:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/?p=3677"},"modified":"2025-08-28T07:14:53","modified_gmt":"2025-08-28T07:14:53","slug":"dp3akb-balikpapan-fokus-berdayakan-ekonomi-perempuan-untuk-cegah-kekerasan-dalam-rumah-tangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/08\/01\/dp3akb-balikpapan-fokus-berdayakan-ekonomi-perempuan-untuk-cegah-kekerasan-dalam-rumah-tangga\/","title":{"rendered":"DP3AKB Balikpapan Fokus Berdayakan Ekonomi Perempuan untuk Cegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"445\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/DP3AKB-800x445-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3679\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/DP3AKB-800x445-1.png 800w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/DP3AKB-800x445-1-300x167.png 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/DP3AKB-800x445-1-768x427.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Balikpapan \u2013 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan mengambil langkah konkret dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan membekali perempuan, khususnya ibu rumah tangga, keterampilan ekonomi. Tujuannya agar mereka lebih mandiri secara finansial dan terhindar dari risiko kekerasan yang sering dipicu tekanan ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisini, menjelaskan bahwa masalah ekonomi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya KDRT. Oleh karena itu, pihaknya langsung menyasar akar persoalan dengan membuka akses pelatihan keterampilan secara luas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami membantu para ibu agar memiliki keterampilan, lebih mandiri, dan punya penghasilan sendiri,\u201d ujarnya pada Jumat (01\/08).<\/p>\n\n\n\n<p>Heria menambahkan bahwa DP3AKB tidak dapat bekerja sendiri dalam program ini. Mereka menjalin kerja sama lintas sektor, mulai dari ketua RT, kelurahan, hingga komunitas lokal agar pelatihan benar-benar tepat sasaran, menyasar perempuan yang paling rentan terhadap tekanan psikologis dan ekonomi dalam keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami tidak ingin perempuan hanya bergantung secara ekonomi pada pasangan. Dengan penghasilan sendiri, mereka lebih berani berbicara dan mengambil keputusan. Karena seringkali masalah ekonomi menjadi penyebab kekerasan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis pelatihan yang diberikan beragam, mulai dari menjahit, membuat kerajinan tangan, hingga pengolahan makanan rumahan bernilai jual. Peserta juga mendapat bimbingan dasar manajemen usaha, pemasaran, dan akses permodalan kecil. DP3AKB bahkan menggandeng pelaku UMKM dan pengusaha lokal untuk memberikan mentoring langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPelatihan ini bukan hanya soal keterampilan teknis, tapi juga membangun kepercayaan diri para ibu. Banyak yang awalnya kurang percaya diri, tapi setelah ikut pelatihan, mereka berani mencoba berjualan sendiri,\u201d tambah Heria.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil program ini mulai terlihat, dengan beberapa peserta yang kini memiliki usaha rumahan kecil untuk menambah pendapatan keluarga. Ke depan, DP3AKB berencana memperluas cakupan pelatihan ke seluruh kecamatan di Balikpapan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cEkonomi adalah pondasi keluarga yang kuat secara mental dan sosial. Kami ingin perempuan bisa bangkit tanpa terus bergantung pada bantuan. Kemandirian ekonomi bisa menjadi benteng melawan kekerasan,\u201d tutup Heria. (ADV)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Balikpapan \u2013 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan mengambil langkah konkret dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan membekali perempuan, khususnya ibu rumah tangga, keterampilan ekonomi. Tujuannya agar mereka lebih mandiri secara finansial dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3680,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[4,40],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/DP3AKB-800x445-2.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3677"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3677"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3677\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3681,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3677\/revisions\/3681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}