{"id":3378,"date":"2025-06-25T14:03:30","date_gmt":"2025-06-25T14:03:30","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/06\/25\/dp3akb-balikpapan-gencarkan-edukasi-cegah-kekerasan-anak-hingga-ke-tingkat-rt\/"},"modified":"2025-06-25T14:03:30","modified_gmt":"2025-06-25T14:03:30","slug":"dp3akb-balikpapan-gencarkan-edukasi-cegah-kekerasan-anak-hingga-ke-tingkat-rt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/06\/25\/dp3akb-balikpapan-gencarkan-edukasi-cegah-kekerasan-anak-hingga-ke-tingkat-rt\/","title":{"rendered":"DP3AKB Balikpapan Gencarkan Edukasi Cegah Kekerasan Anak hingga ke Tingkat RT"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"860\" height=\"645\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/whatsapp-image-2025-06-25-at-197530958941488007244.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3376\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/whatsapp-image-2025-06-25-at-197530958941488007244.jpeg 860w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/whatsapp-image-2025-06-25-at-197530958941488007244-300x225.jpeg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/whatsapp-image-2025-06-25-at-197530958941488007244-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 860px) 100vw, 860px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br>Balikpapan &#8211; Untuk menekan angka kekerasan terhadap anak yang terus meningkat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan terus menggencarkan program edukatif bertajuk \u201cLautan RT\u201d\u2014yakni penguatan pola pengasuhan dari rumah tangga ke rumah tangga, hingga menyentuh akar komunitas di tingkat RT.<br><br>Salah satu sesi sosialisasi terbaru digelar di Balai Pertemuan RT 55, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, pada Selasa (24\/6\/2025). Kegiatan ini menghadirkan psikolog dari HIMPSI, Patria Rahmawaty, S.Psi., M.Psi., yang mengupas isu kenakalan remaja, termasuk cara mengenali dan menanganinya sejak dini.<br><br>Staf Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Rona Zahidah, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya kasus kekerasan anak. Data dari SIDAKKTPA mencatat, korban terbanyak adalah anak perempuan, diikuti anak laki-laki dan perempuan dewasa. Bahkan, ditemukan kasus anak yang menjadi pelaku kekerasan seksual.<br><br>\u201cInilah mengapa penguatan pola asuh dalam keluarga sangat krusial. Kita ingin masyarakat lebih sadar akan pentingnya lingkungan yang aman dan suportif bagi anak,\u201d jelas Rona.<br><br>Program Lautan RT menargetkan pelaksanaan di seluruh 34 kelurahan se-Kota Balikpapan. Hingga akhir Juni, sudah 24 kelurahan yang dijangkau. \u201cTarget kami rampung di bulan Juli. Hari ini kami bergerak ke Kelurahan Karang Joang,\u201d tambah Rona.<br><br>Yang menarik, tema sosialisasi di tiap wilayah disesuaikan dengan isu dominan setempat. Jika di satu kelurahan marak kenakalan remaja, maka fokusnya ke sana. Sementara di Karang Joang, warga justru mengusulkan agar pembahasan diarahkan pada pendidikan seks.<br><br>\u201cIntinya tetap pada pengasuhan, tapi kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,\u201d ujarnya.<br><br>Melalui gerakan ini, DP3AKB berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak semakin tumbuh, dimulai dari lingkup terkecil: keluarga dan lingkungan RT.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Balikpapan &#8211; Untuk menekan angka kekerasan terhadap anak yang terus meningkat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan terus menggencarkan program edukatif bertajuk \u201cLautan RT\u201d\u2014yakni penguatan pola pengasuhan dari rumah tangga ke rumah tangga, hingga menyentuh&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3377,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[4,40],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/WhatsApp-Image-2025-06-25-at-19.38.31-scaled-e1750852138482.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3378"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3378"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3378\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}