{"id":3319,"date":"2025-05-06T06:56:23","date_gmt":"2025-05-06T06:56:23","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/05\/06\/dprd-ppu-dorong-revitalisasi-pelabuhan-gerbang-masuk-daerah-harus-tampil-modern\/"},"modified":"2025-05-06T06:56:23","modified_gmt":"2025-05-06T06:56:23","slug":"dprd-ppu-dorong-revitalisasi-pelabuhan-gerbang-masuk-daerah-harus-tampil-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/05\/06\/dprd-ppu-dorong-revitalisasi-pelabuhan-gerbang-masuk-daerah-harus-tampil-modern\/","title":{"rendered":"DPRD PPU Dorong Revitalisasi Pelabuhan;&nbsp; Gerbang Masuk Daerah Harus Tampil Modern"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"845\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250615-wa00248253066721775807927-1024x845.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3317\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250615-wa00248253066721775807927-1024x845.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250615-wa00248253066721775807927-300x248.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250615-wa00248253066721775807927-768x634.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250615-wa00248253066721775807927.jpg 1047w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br>PPU &#8211; Wajah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai belum merepresentasikan kemajuan daerah. Hal ini menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi III DPRD PPU, Jhon Kenedi yang mendorong revitalisasi dan pembangunan pelabuhan baru sebagai langkah strategis memperkuat identitas wilayah sekaligus menggeliatkan ekonomi lokal.<br><br>\u201cPotensi revitalisasi pelabuhan, saya harap kita ini sudah usia ke-23 tahun, harusnya dibenahi karena menjadi gerbang masuk ke PPU,\u201d ujar Jhon Kenedi, Selasa (6\/5\/2025). <br><br>Ia menekankan pentingnya pelabuhan sebagai wajah pertama yang dilihat pendatang dari luar.<br><br>Menurutnya, hingga kini belum ada pelabuhan representatif yang bisa menjawab pertanyaan mendasar para pendatang tentang di mana letak PPU. <br><br>Pelabuhan modern, lanjutnya, bukan hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong sektor ekonomi lainnya.<br><br>Pernyataan tersebut sejalan dengan gagasan Gubernur Kalimantan Timur yang juga menyebut perlunya membangun pelabuhan baru, tidak hanya sekadar memperbaiki yang lama. <br><br>Jhon menyatakan sepakat, namun mengingatkan agar pengembangan pelabuhan dilakukan secara terencana dan berdampak luas.<br><br>\u201cJangan kita bangun pelabuhan dengan anggaran besar tapi kawasan itu juga semrawut. Kan enggak bagus,\u201d tegasnya. <br><br>Ia menekankan pentingnya pembangunan yang selaras antara infrastruktur, akses jalan, dan tata ruang agar pelabuhan benar-benar menjadi ikon jangka panjang PPU.<br><br>Diharapkan pelabuhan yang terintegrasi dan modern dapat menjadi pemantik tumbuhnya sektor pariwisata serta mempercepat pengembangan kawasan di sekitarnya. <br><br>\u201cOrang masuk ke sini juga jadi berwisata. Sektor lain juga berantai karena penunjang,\u201d pungkasnya.(Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPU &#8211; Wajah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai belum merepresentasikan kemajuan daerah. Hal ini menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi III DPRD PPU, Jhon Kenedi yang mendorong revitalisasi dan pembangunan pelabuhan baru sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3318,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[35,10],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250615-WA0024.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3319"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3319"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3319\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}