{"id":3275,"date":"2025-06-04T11:53:47","date_gmt":"2025-06-04T11:53:47","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/06\/04\/dprd-ppu-dorong-penyerapan-anggaran-rp28-miliar-untuk-pelabuhan-buluminung\/"},"modified":"2025-06-04T11:53:47","modified_gmt":"2025-06-04T11:53:47","slug":"dprd-ppu-dorong-penyerapan-anggaran-rp28-miliar-untuk-pelabuhan-buluminung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/06\/04\/dprd-ppu-dorong-penyerapan-anggaran-rp28-miliar-untuk-pelabuhan-buluminung\/","title":{"rendered":"DPRD PPU Dorong Penyerapan Anggaran Rp28 Miliar untuk Pelabuhan Buluminung"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250606-wa00113432830429989994628-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3273\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250606-wa00113432830429989994628-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250606-wa00113432830429989994628-300x225.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250606-wa00113432830429989994628-768x576.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/img-20250606-wa00113432830429989994628.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br>PPU &#8211; Proyek Pelabuhan Buluminung diharapkan segera bangkit. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) mendorong percepatan penyerapan anggaran senilai Rp28 miliar yang sebelumnya sempat gagal dimanfaatkan.<br><br>Anggota Komisi III DPRD PPU, Adjie Noval Endyar mengungkapkan bantuan dana dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk pembangunan pelabuhan tersebut sebenarnya telah dibuka, namun sempat mandek akibat tidak terpenuhinya persyaratan administratif pada tahun sebelumnya.<br><br>&#8220;Tahun lalu kita sudah dapat bantuan puluhan miliar, tapi tidak terserap. Sekarang kita coba ulang kembali agar dana Rp28 miliar itu bisa kita serap untuk pelabuhan Buluminung,\u201d ujar Adjie, Rabu (4\/6\/2025). <br><br>Menurutnya, salah satu syarat utama dari Kemenhub adalah penyediaan lahan seluas 2 hektare. Meski syarat tersebut dinilai ringan dan sudah disanggupi, penentuan lokasi lahan hingga kini masih belum final.<br><br>Ia menyebut, kegagalan sebelumnya terjadi karena kurangnya kesiapan pihak daerah dalam memenuhi kelengkapan administrasi, dan kini menjadi pembelajaran agar proses kali ini berjalan lebih cepat dan tepat.<br><br>\u201cKendala yang lalu karena syarat-syarat tidak sempat diselesaikan. Seharusnya dari kita lebih cekatan. Sekarang krannya sudah dibuka lagi, kita ulang agar sesuai syarat Kemenhub,\u201d jelasnya.<br><br>Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti penyediaan lahan, khususnya untuk pembangunan sisi darat pelabuhan.<br><br>\u201cSaya pikir lahan 2 hektare tidak mungkin tidak diberikan, pasti. Tapi jangan sampai lahan itu nanti menutup akses untuk kita sendiri,\u201d tegasnya. <br><br>Pihaknya berharap proyek ini segera ditindaklanjuti agar pembangunan infrastruktur strategis seperti pelabuhan tidak kembali tertunda sehingga dapat memberi manfaat ekonomi bagi daerah.(adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPU &#8211; Proyek Pelabuhan Buluminung diharapkan segera bangkit. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) mendorong percepatan penyerapan anggaran senilai Rp28 miliar yang sebelumnya sempat gagal dimanfaatkan. Anggota Komisi III DPRD PPU, Adjie Noval Endyar mengungkapkan bantuan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3274,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[35,16,10],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250606-WA0011.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3275"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3275"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3275\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}