{"id":3002,"date":"2025-05-15T07:29:24","date_gmt":"2025-05-15T07:29:24","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/05\/15\/lahan-coastal-road-mangkrak-bertahun-tahun-dprd-ppu-desak-pupr-tuntaskan-2025\/"},"modified":"2025-05-15T07:29:24","modified_gmt":"2025-05-15T07:29:24","slug":"lahan-coastal-road-mangkrak-bertahun-tahun-dprd-ppu-desak-pupr-tuntaskan-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/05\/15\/lahan-coastal-road-mangkrak-bertahun-tahun-dprd-ppu-desak-pupr-tuntaskan-2025\/","title":{"rendered":"Lahan Coastal Road Mangkrak Bertahun-tahun, DPRD PPU Desak PUPR Tuntaskan 2025"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/img-20250515-wa00162064654145179132573-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3000\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/img-20250515-wa00162064654145179132573-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/img-20250515-wa00162064654145179132573-300x225.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/img-20250515-wa00162064654145179132573-768x576.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/img-20250515-wa00162064654145179132573.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><br>PPU &#8211; Proyek Coastal Road di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali disorot. DPRD PPU menekan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera menuntaskan pembebasan lahan yang mandek sejak lama dan kini menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).<br><br>Anggota DPRD PPU, Bijak Ilhamdani, menilai lambannya penyelesaian lahan di sisi kiri jalur proyek membuat wajah kawasan pesisir yang dibangun sejak beberapa tahun lalu tampak timpang dan tak tuntas.<br><br>\u201cLKPJ memang masih on the track, tapi Coastal Road ini menjadi catatan penting karena sudah terlalu lama terbengkalai. Anggarannya sudah ada, tapi terhambat administrasi, akhirnya malah jadi Silpa,\u201d tegas Bijak, Rabu (14\/5\/2025).<br><br>Bijak menyebut, meski Dinas PUPR telah mengalokasikan anggaran sejak tahun lalu, dokumen administrasi yang tak kunjung rampung membuat dana tidak bisa dicairkan dan pekerjaan tak bisa berjalan.<br><br>\u201cInformasinya sekarang sudah masuk ke rencana kerja tahun ini. Kami mendorong agar betul-betul diselesaikan, tidak boleh ada alasan lagi,\u201d ujarnya.<br><br>Beberapa ruas proyek seperti dari Sungai Parit ke Nipah-Nipah dan dari Perumahan Korpri ke Rumah Jabatan Bupati memang telah selesai dua jalur. Namun ironisnya, bagian awal yang menjadi titik mula pembangunan justru belum rampung.<br><br>\u201cIni yang bikin masyarakat bingung. Kok yang baru selesai, yang lama belum? Publik juga minta kejelasan,\u201d katanya.<br><br>DPRD memastikan persoalan pembebasan lahan Coastal Road masuk dalam rekomendasi resmi LKPJ tahun ini, baik secara lisan maupun tertulis, sebagai bentuk dorongan politik terhadap eksekutif.<br><br>\u201cSudah kita cek ke lapangan. Dinas bilangnya terkendala administrasi, tapi kami tidak gali lebih dalam soal itu. Yang penting, tahun ini harus tuntas karena sudah masuk APBD murni,\u201d pungkas Bijak.(ADV)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPU &#8211; Proyek Coastal Road di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali disorot. DPRD PPU menekan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera menuntaskan pembebasan lahan yang mandek sejak lama dan kini menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa)&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3001,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[35,16,10],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250515-WA0016.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3002"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3002"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3002\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3001"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}