{"id":1923,"date":"2025-02-27T14:13:51","date_gmt":"2025-02-27T14:13:51","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/02\/27\/inovasi-green-house-untuk-pertanian-berkelanjutan-di-sebakung-jaya\/"},"modified":"2025-02-28T02:14:38","modified_gmt":"2025-02-28T02:14:38","slug":"inovasi-green-house-untuk-pertanian-berkelanjutan-di-sebakung-jaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/02\/27\/inovasi-green-house-untuk-pertanian-berkelanjutan-di-sebakung-jaya\/","title":{"rendered":"Inovasi Green House untuk Pertanian Berkelanjutan di Sebakung Jaya"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250228-wa0000164917535358016611-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1921\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250228-wa0000164917535358016611-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250228-wa0000164917535358016611-300x225.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250228-wa0000164917535358016611-768x576.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250228-wa0000164917535358016611-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250228-wa0000164917535358016611.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>PPU &#8211; Tantangan perubahan iklim menjadi salah satu kendala utama bagi petani di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu. Untuk menghadapi hal ini, warga mengusulkan pembangunan green house sebagai solusi untuk menjaga produktivitas pertanian. Anggota DPRD PPU, Irawan Heru Suryanto, menyambut baik aspirasi ini dan siap mendukung penuh gagasan tersebut.<br><br>\u201cPetani di sana sudah merasakan kesulitan akibat cuaca yang tidak menentu. Green house bisa menjadi solusi untuk menjaga hasil panen tetap optimal,\u201d ujar Irawan, Kamis (27\/2\/2025).<br><br>Menurutnya, green house adalah teknologi yang tidak hanya melindungi tanaman dari cuaca ekstrem, tetapi juga membantu petani mengendalikan kondisi lingkungan tanam.<br><br>\u201cDengan green house, petani bisa mengatur suhu, kelembapan, bahkan paparan sinar matahari. Ini sangat penting untuk menjaga kualitas tanaman, terutama saat musim kemarau panjang atau hujan deras,\u201d tambahnya.<br><br>Irawan melihat adanya peluang besar jika green house ini berhasil diterapkan di Desa Sebakung Jaya. <br>\u201cSelain menjaga kualitas tanaman, green house juga bisa meningkatkan daya saing produk lokal. Petani bisa menghasilkan palawija berkualitas tinggi yang bisa bersaing di pasar regional bahkan nasional,\u201d katanya.<br><br>Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan green house ini harus dilakukan dengan perencanaan matang. \u201cKami tidak mau asal bangun saja. Harus ada kolaborasi dengan ahli pertanian untuk memastikan green house ini sesuai dengan kebutuhan petani,\u201d tambahnya.<br><br>Irawan juga menyoroti pentingnya edukasi bagi petani lokal.<br><br>\u201cGreen house ini bukan hanya alat, tapi juga media pembelajaran. Kami ingin petani di sana bisa belajar cara mengoperasikan dan memeliharanya. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,\u201d katanya.<br><br>Melalui program ini, Irawan berharap warga Desa Sebakung Jaya dapat memiliki akses ke teknologi pertanian modern yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.<br><br>\u201cIni adalah langkah awal untuk membangun pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Kabupaten PPU,\u201d tutupnya. (Man)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPU &#8211; Tantangan perubahan iklim menjadi salah satu kendala utama bagi petani di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu. Untuk menghadapi hal ini, warga mengusulkan pembangunan green house sebagai solusi untuk menjaga produktivitas pertanian. Anggota DPRD PPU, Irawan Heru Suryanto, menyambut&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1922,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[35,16,10],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250228-WA0000.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1923"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1923"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1923\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1925,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1923\/revisions\/1925"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}