{"id":1906,"date":"2025-02-26T09:11:53","date_gmt":"2025-02-26T09:11:53","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/02\/26\/pt-kpb-pecahkan-rekor-muri-1-640-pekerja-gotong-royong-bersihkan-kilang-hingga-ketinggian-120-meter\/"},"modified":"2025-02-26T09:11:53","modified_gmt":"2025-02-26T09:11:53","slug":"pt-kpb-pecahkan-rekor-muri-1-640-pekerja-gotong-royong-bersihkan-kilang-hingga-ketinggian-120-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2025\/02\/26\/pt-kpb-pecahkan-rekor-muri-1-640-pekerja-gotong-royong-bersihkan-kilang-hingga-ketinggian-120-meter\/","title":{"rendered":"PT KPB Pecahkan Rekor MURI! 1.640 Pekerja Gotong Royong Bersihkan Kilang Hingga Ketinggian 120 Meter"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250226-wa00432114577713087605157-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1904\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250226-wa00432114577713087605157-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250226-wa00432114577713087605157-300x200.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250226-wa00432114577713087605157-768x512.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250226-wa00432114577713087605157-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/img-20250226-wa00432114577713087605157.jpg 2000w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br>Balikpapan \u2013 Sejarah baru tercipta di industri migas Indonesia! PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori \u201cAksi Bersih-bersih Serentak di Lantai Terbanyak oleh Pekerja Fasilitas Produksi Migas.\u201d Sebanyak 1.640 pekerja, termasuk pekerja PT KPB, kontraktor, dan subkontraktor, bergotong royong membersihkan 84 lantai dengan ketinggian mencapai 120 meter di area Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Proyek RDMP Balikpapan.<br><br>Aksi ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari implementasi budaya keselamatan kerja dalam Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2025. PT KPB menegaskan komitmennya dalam memastikan standar keselamatan kelas dunia di industri migas, terutama menjelang fase commissioning dan startup Proyek RDMP Balikpapan.<br><br>Perwakilan MURI, Andre Purwandono, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan yang pertama dalam industri migas di Indonesia, \u201cHari ini, kita mencatat sejarah baru. Ini adalah aksi bersih-bersih serentak di 84 lantai dengan ketinggian hingga 120 meter, dilakukan oleh ribuan pekerja. Belum pernah ada aksi sebesar ini di lingkungan migas. PT KPB telah membuktikan bahwa keselamatan dan kebersihan adalah bagian dari budaya kerja mereka,\u201d ujarnya.<br><br>Kegiatan ini merupakan bagian dari Grebeg Housekeeping, program rutin PT KPB yang berfokus menciptakan tempat kerja yang bersih, rapi, dan aman. Namun, kali ini dilakukan dalam skala yang jauh lebih besar untuk membangun kesadaran kolektif menjelang fase operasional kilang.<br><br>Direktur Operasi PT KPB, Arafat Bayu Nugroho, yang ikut serta dalam aksi ini, membagikan pengalamannya saat naik ke lantai 14 untuk ikut membersihkan, \u201cSaya bisa merasakan sendiri tantangan yang dihadapi para pekerja setiap hari\u2014naik, turun, dan terus bekerja dalam kondisi ekstrem. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari kesiapan kita untuk memasuki fase commissioning dengan lingkungan kerja yang lebih aman,\u201d katanya.<br><br>Lebih lanjut, Bayu menekankan bahwa aksi ini bukan hanya untuk pemecahan rekor, tetapi juga untuk menciptakan budaya kerja yang lebih baik. \u201cGood Housekeeping adalah bagian dari keselamatan kerja. Lingkungan kerja yang bersih dan tertata akan mengurangi risiko kecelakaan, terutama di fase startup yang memiliki risiko tinggi. Keselamatan adalah prioritas utama kita,\u201d tambahnya.<br><br>Aksi bersih-bersih ini tidak hanya sekadar simbolis. Studi menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang bersih dapat meningkatkan efisiensi hingga 20% dan mengurangi risiko kecelakaan hingga 30%. Dalam industri migas, di mana setiap kesalahan bisa berakibat fatal, penerapan standar kebersihan yang tinggi adalah keharusan.<br><br>VP Legal &amp; Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmen PT KPB dalam menerapkan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) kelas dunia, \u201cSebagai bagian dari program Asta Cita, kami terus berinovasi untuk menciptakan industri migas dan petrokimia yang lebih aman dan berkelanjutan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa keselamatan kerja bukan sekadar kepatuhan, tetapi sudah menjadi budaya di PT KPB,\u201d jelasnya.<br><br>Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi industri migas lainnya untuk lebih serius dalam menerapkan budaya keselamatan kerja. Dengan proyek RDMP Balikpapan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), PT KPB berupaya menciptakan standar baru dalam keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional.<br><br>\u201cPemecahan rekor ini bukanlah tujuan akhir, tetapi awal dari komitmen jangka panjang kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja,\u201d tutup Nailul, Direktur Keuangan &amp; Penunjang Bisnis PT KPB<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Balikpapan \u2013 Sejarah baru tercipta di industri migas Indonesia! PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori \u201cAksi Bersih-bersih Serentak di Lantai Terbanyak oleh Pekerja Fasilitas Produksi Migas.\u201d Sebanyak 1.640 pekerja, termasuk pekerja&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1905,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[4,16],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250226-WA0043.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1906"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1906\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}