{"id":1806,"date":"2024-11-28T12:19:21","date_gmt":"2024-11-28T12:19:21","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2024\/11\/28\/dispora-kaltim-lakukan-pembersihan-sementara-gor-aquatik-stadion-palaran\/"},"modified":"2024-11-28T12:19:21","modified_gmt":"2024-11-28T12:19:21","slug":"dispora-kaltim-lakukan-pembersihan-sementara-gor-aquatik-stadion-palaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2024\/11\/28\/dispora-kaltim-lakukan-pembersihan-sementara-gor-aquatik-stadion-palaran\/","title":{"rendered":"Dispora Kaltim Lakukan Pembersihan Sementara GOR Aquatik Stadion Palaran"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1008\" height=\"756\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/img-20241128-wa00285430751428644661506.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1804\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/img-20241128-wa00285430751428644661506.jpg 1008w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/img-20241128-wa00285430751428644661506-300x225.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/img-20241128-wa00285430751428644661506-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1008px) 100vw, 1008px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br><br> <br>Samarinda &#8211; GOR Aquatik menjadi salah satu dari beberapa venue di Stadion Utama Palaran, Kalimantan Timur (Kaltim), yang mengalami penurunan kualitas cukup parah dan memerlukan perbaikan.<br> <br>Kepala Seksi Pengelolaan Stadion Utama Palaran, Yudi Haryanto, menjelaskan bahwa kondisi GOR Aquatik mengalami penurunan tanah dan mesinnya terendam.<br> <br>\u201cMesin di GOR Aquatik itu terendam sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk teman-teman melakukan renang,\u201d ungkap Yudi, saat diwawancarai.<br> <br>Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim telah melakukan pembersihan sebagai langkah awal untuk mengatasi masalah di area tersebut.<br> <br>\u201cKarena di situ masih ada air yang bisa kita manfaatkan untuk pelatihan,\u201d jelasnya.<br> <br>Yudi menambahkan bahwa banyak atlet renang dari komunitas yang mencari tempat latihan di GOR Aquatik, mengingat beberapa fasilitas lain, seperti Stadion GOR Segiri dan Stadion Rondong Demang, saat ini sedang dalam proses rehabilitasi.<br> <br>\u201cMaka mereka datang ke sini. Kolam renang di Stadion Palaran masih ada meskipun tidak aktif, artinya tidak berfungsi secara maksimal,\u201d tuturnya.<br> <br>Namun, Yudi menegaskan bahwa untuk bisa digunakan, kolam renang tersebut memerlukan perawatan lebih lanjut, termasuk penambahan kaporit untuk menjaga kebersihan.<br> <br>\u201cKita harus siram kaporit dulu supaya kotoran yang ada di bawah itu bisa kita buang. Itu yang terutama pembersihan yang kita lakukan untuk sementara sambil menunggu anggaran,\u201d imbuhnya.<br> <br>Di samping itu, Yudi juga mengungkapkan bahwa di Stadion Palaran terdapat fasilitas loncat indah yang juga memerlukan perbaikan.<br> <br>\u201cKeramik-keramiknya banyak yang pecah, lampu-lampu putus, dan jaringan listriknya juga harus kita perbaiki,\u201d sambungnya.<br> <br>\u201cUntuk konstruksi bangunan masih bagus. Cuma keramik-keramiknya yang sudah sekian lama perlu ada pergantian,\u201d tambahnya.<br> <br>Lebih lanjut, melalui perhatian dan langkah-langkah perbaikan yang dilakukan, diharapkan GOR Aquatik di Stadion Palaran dapat segera berfungsi kembali dan memenuhi kebutuhan atlet renang di Kaltim. ADV <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda &#8211; GOR Aquatik menjadi salah satu dari beberapa venue di Stadion Utama Palaran, Kalimantan Timur (Kaltim), yang mengalami penurunan kualitas cukup parah dan memerlukan perbaikan. Kepala Seksi Pengelolaan Stadion Utama Palaran, Yudi Haryanto, menjelaskan bahwa kondisi GOR Aquatik mengalami&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1805,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[36,16,18,5],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IMG-20241128-WA0028.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1806"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1806"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1806\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}